Jum’at, 11/05/2012
Reaksi Para WPS Lokalisasi Jalanan Sidoarjo ketika Konseling Post Tes
Di pinggiran tanggul kontong lumpur, Kota Sidoarjo. Siapa yang menyangka bahwa disana terdapat tempat terjadinya transaksi seksual. banyak perempuan paruh baya dan perempuan muda mengais rejeki dengan menjual jasa kepuasan biologis. Siang hari itu saya mendapat tugas dari kantor tempat saya bekerja (LSM Genta) untuk melakukan konseling post tes. Macet dan debu menambah panasnya terik matahari siang hari itu. Namun hal ini tidak menyurutkan langkah saya untuk menyampaikan hasil tes HIV yang telah mereka lakukan sebelumnya. Sebelum mereka menerima hasil tes HIV saya memberikan konseling Post tes, hal ini bertujuan meminimalisir perasaan cemas yang mereka rasakan sebelum menerima hasil tes.
Bersama dengan petugas lapangan Sidoarjo, yang membantu saya dalam proses pelaksanaan konseling Post tes. Satu persatu WPS dari TPI dipertemukan dengan saya. Ketika itu konseling post tes dilakukun di tempat seadanya, di kamar kos petugas lapangan. Media yang saya bawa adalah komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) yang berisi berbagai informasi mengenai infeksi menular seksual (IMS), HIV dan AIDS. Sanya melihat reaksi-reaksi mereka sebelum menerima hasil tes.
Mereka terlihat gelisah dan tidak sabar untuk segera mengetahui hasil tes HIV yang telah mereka lakukan sebelumya. Beberapa reaksi yang mereka tunjukkan diantaranya: Mereka merasa takut dan kuwatir ketika tertular HIV, namun pemahaman mereka mengenai HIV sangat kurang. Reaksi mereka ketika menerima hasil tes HIV; bagi yang non reaktif merasa lega, mereka menunjukkan kelegaannya dengan tersenyum, mengucap sykur, dan bagi yang reaktif ada yang menangis dan bahkan ada juga yang bingung, menunjukkan ekspresi datar.
Dalam benak saya timbul bebagai pertanyaan. Apakah kelegaan yang mereka rasakan ketika mendapat hasil non reaktif cukup hanya di situ saja, rasa jera terhadap perilakunya yang berisiko tinggi tidak mereka kurangi?, kemudian bagi yang hasilnya R dengan ekspresi datar, kenapa mereka menunjukkan ekpresi datar? Apakah sebenarnya yang mereka pikirkan? Dapatkah mereka survive dengan keadaannya?.






1 komentar:
Jangan menuntut perubahan pada mereka, sebelum kita benar-benar memahami mengenai dirinya, apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka inginkan, dll.
That's what i think
^^
Posting Komentar